Bermain adalah Cara Kami Belajar :: Rahmiana ::
|
A. System Pembelajaran
Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Peradaban Serang berlangsung dalam kelompok kecil dengan jumlah 20-25 anak/kelas. Untuk menata kondisi emosi dan merangsang keterlibatan otak kanan, diputarlah musik klasik, musik alam, dan lantunan ayat suci Al-Qur’an.
Untuk TK dan SD kelas 1 sampai dengan kelas 3, tiap kelas didampingi oleh dua orang guru yang berfungsi sebagai mentor dan fasilitator dalam menyampaikan suatu bahasan ilmu. Sementara siswa dibagi menjadi empat kelompok kecerdasan majemuk, yaitu : kelompok linguistik, kelompok matematik-logis, kelompok kinestetik, kelompok viso-spasial. Untuk membuat anak selalu dalam kondisi yang nyaman untuk belajar, kelas dirancang berbentuk saung terbuka yang menyatu dengan alam.
Sedangkan untuk SD kelas 4 sampai dengan kelas 6, kegiatan sehari-hari akan dilaksanakan dalam metode moving class, yang mana pembagian ruangan terdiri atas empat ruang primer, yaitu : ruang sains, ruang seni, ruang matematika, ruang bahasa; dan dua ruang sekunder, yaitu : ruang mini teater/audio visual merangkap ruang pleno, ruang cookery merangkap ruang wirausaha dan koperasi. Disetiap ruang terdapat satu orang fasilitator yang siap membimbing siswa untuk melakukan kegiatan. Sementara siswa dibagi menjadi empat kelompok kecerdasan mejemuk, yaitu : kelompok linguistik, kelompok matematik-logis, kelompok kinestetik, kelompok viso-spasial.
Selain melakukan kegiatan di dalam ruangan seluruh siswa TK dan SD juga melakukan kegiatan diluar ruangan, yaitu : di arena outbond, lapangan olah raga, area beternak, area berkebun dan green house, serta kunjungan-kunjungan studi ke tempat yang terkait dengan tema pelajaran.
Sistem pembelajaran di Sekolah Peradaban Serang dirancang dengan memperhatikan unsur-unsur sebagai berikut :
1. Mengintegrasikan kurikulum pendidikan umum dengan pendidikan agama.
2. Belajar dalam suasana yang menarik, menyenangkan, motivatif, dan efektif.
3. Belajar dengan menggunakan beragam pendekatan metode dan sarana belajar.
4. Belajar dengan mengalami atau melalui pengalaman (experimental learning)
5. Melibatkan semua potensi kecerdasan (multiple intelligences)
6. Berpusat pada karakter dan potensi anak didik
7. Guru hanya sebagai motivator dan fasilitator.
8. Kepemimpinan dan kerjasama dalam tim.
B. Kurikulum dan KBM
Sekolah Peradaban Serang menerapkan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan/Kurikulum 2006) dan penambahan Kurikulum Khusus Sekolah Peradaban, dimana guru telah mendapat sosialisasinya melalui pembinaan oleh Kurikulum Sekolah Peradaban Serang dan Dinas Pendidikan Kabupaten Serang dalam bentuk pelatihan, workshop, dan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajar). Sudah 35% guru yang dibina melalui forum tersebut, sedangkan sisanya dibina langsung oleh kepala sekolah dan bagian kurikulum (Konseptor Sekolah Peradaban Serang).
Alokasi waktu KBM adalah 36 jam per minggu (dari Depdiknas). Kemudian melihat kebutuhan Kurikulum Khusus Sekolah Peradaban maka ditambah menjadi 41 jam per minggu, yang mana per jamnya sama dengan 45 menit. Hari efektif belajar (Senin sampai Jumat) dimulai pukul 07.30 WIB sampai dengan pukul 14.15. Kegiatan awal selama 90 menit adalah Aktivitas Pagi (Morning Activities) berupa Senam Pagi, Siram Bunga, Feeding Pets, Sholat Dhuha, Diary Writing/Story Telling, Tahsin Qur’an, Tahfidz dan Morning Briefing. Waktu istirahat pertama (extra fooding) mulai pukul 09.00 WIB sampai pukul 09.30 WIB. Kemudian pukul 09.30 WIB-11.45 untuk KBM. Dan istirahat kedua pukul 11.45 sampai 12.45 (Sholat Dzuhur Berjamaah & makan siang), kecuali hari Jumat.

